Kemajuan Indonesiaku
Aurum aranka
adalah nama yang indah yang diberikan oleh kedua orangtuaku. Selasa, 15 April
2022 dini hari tepat pukul 01.00 WIB aku dilahirkan dari rahim seorang wanita
hebat yaa.. dia ibuku. Aku lahir disebuah kota yang dulunya adalah sebuah kota
kecil yang bernama Botawa, tepatnya di kabupaten Waropen, Papua. Sekarang kota
tersebut bukan lagi dinamakan sebagai sebuah kota kecil melainkan sudah menjadi
kota yang besar. Aku terlahir di keluarga kristen. Ayahku bernama Andrian
Alexci yang bekerja sebagai guru matematika di SMP Negeri 1 Waropen dan ibuku
bernama Maria Angelina yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Aku anak kedua
dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang kakak yang bernama Auristela Allisya,
dia sudah tidak tinggal lagi bersama kami, ya… karena dia sudah menikah dan
tinggal bersama dengan suaminya di Medan.
Saat ini usiaku sudah 23 tahun, aku sekarang menjalankan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di SMP Negeri 1 Waropen, dimana ayahku bekerja. PKL Merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahanku di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. Btw aku mengambil jurusan Pendidikan Matematika lo... Aku terinspirasi oleh ayahku. Aku ingin menjadi seorang guru yang mampu mengajar dan mendidik siswanya dengan baik dan benar. Bagiku guru adalah profesi yang memiliki tugas mulia. Guru memiliki amanat untuk membentuk masa depan bangsa melalui para murid yang diampunya. Aku percaya bahwa keberadaan seorang guru bagi suatu bangsa amatlah penting. Guru berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa, dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kehidupan yang menuntut ilmu dan seni.
Daniel Alexander atau sering dipanggil Daniel. Dia adalah lelaki seumuranku yang bijaksana dan mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Daniel adalah sahabat dari kecilku. Ya kami sudah lama bersahabat, bagaimana tidak?, tempat tinggal kami saja berdekatan, selain itu kami berkuliah di universitas yang sama dan jurusan yang sama dengan program studi yang sama pula. Hmmm aku enggak ngerti kok bisa seperti itu ya? mungkinkah itu yang dinamakan dengan takdir? eakk, ehh tapi itulah kenyataannya. Banyak yang bilang aku dan Daniel tampak serasi, yaa tapi serasinya sebagai partner. Aku dan Daniel PKL di tempat yang sama.
Suatu hari aku dan Daniel pergi PKL ke SMPN 1 Waropen bersama-sama, seperti biasanya. Kami pergi kesekolah dengan menggunakan motor, karena sekolahnya cukup jauh dari tempat tinggal kami. Sesampainya di SMP Negeri 1 Waropen, aku langsung pergi ke kelas VII-B dan Daniel pun pergi ke kelas VIII-F yaa karena kebetulan pada hari itu, jadwal kami mengajar di kelas itu hehehe. Akupun mengajar dengan penuh sukacita. Nah sepulang sekolah Daniel mengajakku ke Pulau Nau. Pulau Nau merupakan salah satu tempat yang paling indah di Waropen.
Mendengar hal tersebut aku teringat cerita
ayahku mengenai bagaimana dulunya pendidikan di Kabupaten Waropen. “ O iya
ayahku pernah bercerita bahwa dulunya untuk pergi kesekolah siswa di Waropen
harus menghadapi banyak sekali tantangan. Mereka harus melewati jembatan untuk
menyeberangi sungai untuk pergi kesekolah, bahkan banyak siswa yang tidak ada
seragam untuk dikenakan, buku pelajaran pun sangat terbatas”
Lanjutku “Berbeda sekali dengan sekarang ini siswa tidak perlu melewati jembatan yang berbahaya untuk datang kesekolah, mereka sudah memiliki seragam yang layak dan buku pelajaran yang tersediapun sudah banyak dan lengkap untuk setiap daerah. Sehingga siswa dapat menuntut ilmu mereka dengan baik, tanpa adanya kendala”. Daniel pun mengangguk-angguk akan penjelasanku. “ iya itu benar sekali, tidak hanya itu saja bahkan perkembangan teknologi di Indonesia pun semakin maju dan canggih, dulunya Indonesia masih menggunakan revolusi industri 4.0. Dimana revolusi industri 4.0 merupakan era industri yang memungkinkan seluruh entitas di dalamnya untuk saling berkomunikasi kapan saja secara real time dengan memanfaatkan teknologi internet saja, berbeda dengan sekarang ini, Indonesia telah menggunakan Society 5.0. Konsep Society 5.0 ini memungkinkan kita menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern (AI, Robot, Iot) untuk kebutuhan manusia dengan tujuan agar manusia dapat hidup dengan lebih nyaman.” Mendengar penjelasan Daniel aku pun tersenyum lebar, eitss bukan karena melihat wajahnya yang manis dan tampan hehehe, tapi lebih karena mendengarkan penjelasannya yang membuatku lebih bersyukur akan kemajuan di Indonesia.
Indonesia telah banyak mengalami perubahan yang dratis, dimana perubahan itu sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan mereka. Di tahun 2045 merupakan masa keemasan bagi Indonesia, dimana pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah merata, teknologi semakin maju dan canggih, pendidikan di Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan yang sangat membantu siswa di Indonesia dalam meraih impian dan cita-cita mereka.
Aku percaya kemajuan yang terjadi di Indonesia di tahun 2045 ini tidak lepas dari perjuangan dan doa pemerintah dan masyarakat yang menginginkan kemajuan yang lebih baik untuk Indonesia. Diatas segalanya kemajuan ini juga atas kasih dan karunia Tuhan, Kemajuan yang ada di Indonesia sudah dirancang oleh pemerintah di masa lalu. Eitss tapi ingat bahwasannya hal itu dapat terjadi karena kehendak dan keputusan Tuhan.
~Amsal
19:20-21~
Hari semakin sore, tak terasa waktu berjalan begitu
cepat, kamipun mengakhiri pembicaraan kami mengenai kemajuan di Indonesia. Kami
diam sejenak dan menikmati suasana di pulau Nau. Langit sudah berwarna cokelat
keemasan, matahari mulai menghilang, angin mulai berhembus dengan kencang.
Setelah beberapa lama aku dan Daniel memutuskan untuk pulang kerumah.
“
Terimakasih Tuhan buat kasih dan karuniamu yang luar biasa untuk kemajuan
Indonesiaku. Aku bangga menjadi masyarakat Indonesia. Aku bersyukur akan segala
ciptaanMu “
~Aurum aranka~
karya Rika Risgita
Komentar
Posting Komentar